Peduli Rakyat – Ambisi Timnas Indonesia untuk mengangkat trofi FIFA Series 2026 harus pupus setelah menyerah tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3). Gol tunggal kemenangan tim tamu lahir melalui eksekusi penalti Petkov pada menit ke-38 yang gagal dibendung lini pertahanan Garuda.

Sepanjang laga, skuad asuhan John Herdman tampak kesulitan membongkar tembok kokoh Bulgaria. Strategi low block yang diterapkan tim berjuluk The Lions tersebut benar-benar membuat aliran bola Indonesia buntu. Skema bola-bola langsung yang biasanya menjadi senjata andalan justru tidak berjalan efektif lantaran minimnya kreativitas di sektor tengah.

Perubahan mulai terlihat saat laga memasuki fase akhir babak kedua. Masuknya Dony Tri Pamungkas menggantikan Justin Hubner (menit ke-73) dan Beckham Putra yang menggantikan Joey Palupessy (menit ke-79) langsung mengubah determinasi serangan. Umpan-umpan lambung yang lebih terukur mulai meneror kotak penalti Bulgaria, namun sayangnya waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.

Keputusan pergantian pemain yang dianggap terlambat ini pun menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, John Herdman mengakui ada sedikit penyesalan terkait momentum pergantian pemainnya.

“Apakah saya bisa memasukkan mereka lebih awal? Ya, saya rasa seharusnya memang begitu,” ungkap pelatih asal Inggris tersebut dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Meski begitu, Herdman memiliki alasan taktis di balik keputusannya. Menurutnya, menghadapi tim dengan fisik sekuat Bulgaria membutuhkan perhitungan matang untuk menjaga keseimbangan tim sebelum memasukkan pemain bertipe menyerang seperti Beckham dan Dony. Ia menunggu momen saat permainan lebih terbuka dan ruang gerak lawan mulai melonggar.

Walau menelan kekalahan, Herdman melontarkan pujian bagi dua pemain muda tersebut. Ia meyakini Beckham dan Dony Tri memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama Timnas Indonesia di masa depan.

“Kepercayaan diri mereka meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir. Mereka sudah mulai memahami filosofi permainan kami. Namun, ini baru langkah awal bagi mereka,” pungkasnya.