Peduli Rakyat – Tragedi memilukan menimpa seorang siswi sekolah menengah pertama berinisial MKS (13) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Remaja malang tersebut menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan selama empat hari berturut-turut oleh sekelompok orang tak dikenal di sebuah bangunan kosong.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Hendry Novika Chandra, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah resmi dilaporkan dan tengah ditangani secara serius. “Peristiwa ini terjadi pekan lalu dan laporan sudah masuk ke Polda NTT,” jelas Hendry pada Selasa (31/3/2026).

Kronologi Penghadangan

Kejadian bermula saat korban baru saja menyelesaikan latihan menari di sekolahnya. Sore itu, MKS memutuskan untuk pulang ke rumah dengan berjalan kaki seorang diri. Namun, di tengah perjalanan, langkahnya dihentikan oleh dua pria misterius yang berboncengan sepeda motor.

Tanpa basa-basi, para pelaku langsung menyerang korban menggunakan balok kayu hingga MKS jatuh pingsan di lokasi kejadian. Dalam kondisi tidak berdaya, korban kemudian dilarikan ke sebuah rumah kosong yang tersembunyi.

Penyekapan dan Kondisi Korban

Selama empat hari di dalam sekapan, MKS mengalami penderitaan luar biasa. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diperkosa oleh empat orang pria yang sengaja menyembunyikan identitas mereka di balik topeng.

“Para pelaku menggunakan penutup wajah sehingga korban kesulitan mengenali mereka,” ungkap Hendry.

Mirisnya, selama masa penyekapan tersebut, korban nyaris tidak diberi konsumsi yang layak. MKS hanya diberikan air mineral dan sedikit makanan agar tetap bertahan hidup, sementara para pelaku terus melancarkan aksi bejatnya setiap kali korban tersadar dari pingsan.

Dilepaskan di Dekat Rumah

Memasuki hari keempat, para pelaku akhirnya melepaskan MKS dan menurunkannya di lokasi yang tak jauh dari kediamannya. Keluarga korban yang sebelumnya sudah panik dan melaporkan kehilangan anggota keluarga ke polisi, terkejut mendapati kondisi MKS yang sangat trauma.

Setelah mendapatkan perlindungan dari keluarga, MKS akhirnya menceritakan seluruh rangkaian horor yang dialaminya. Tanpa menunggu lama, pihak keluarga langsung membawa korban ke Mapolda NTT untuk menuntut keadilan.

Langkah Kepolisian

Saat ini, pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan melakukan visum terhadap korban serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi kunci. Kombes Hendry menegaskan bahwa tim penyidik sedang melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku bertopeng tersebut.

“Kasus ini sedang dalam penyelidikan mendalam. Anggota kami di lapangan terus bekerja untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku,” pungkasnya.