Trump Berang, Aksi Brutal Israel Sasar Fasilitas Air Iran Picu Ketegangan Baru
Peduli Rakyat – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel dikabarkan memanas di balik layar. Presiden AS Donald Trump dilaporkan meluapkan kekesalannya setelah militer Israel nekat menggempur pabrik desalinasi air milik Iran dalam operasi militer beberapa pekan silam.
Laporan yang dirilis oleh Axios pada Selasa ini mengungkap keresahan dari internal pemerintahan AS. Seorang pejabat senior AS membeberkan bahwa Trump menginginkan agar setiap tindakan militer di Timur Tengah tetap berada dalam koridor proporsional guna mencegah eskalasi yang tak terkendali.
“Beliau (Trump) ingin memastikan segala sesuatunya terukur. Itulah alasan mengapa ia sangat marah ketika Bibi (Netanyahu) memilih untuk menghancurkan infrastruktur air bersih di Iran,” ujar pejabat tersebut.
Dampak Serangan di Pulau Qeshm Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa fasilitas pemurnian air laut yang terletak di Pulau Qeshm tersebut memang menjadi salah satu target yang terdampak serius. Kerusakan pada fasilitas publik ini memicu gelombang kecaman karena menyentuh kebutuhan dasar warga sipil.
Ketegangan ini bermula pada penghujung Februari lalu, saat operasi militer gabungan AS dan Israel menghantam sejumlah titik strategis di Iran, termasuk kawasan padat di Teheran. Meski awalnya berdalih sebagai langkah “pencegahan” terhadap program nuklir Teheran, operasi tersebut nyatanya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil dan kerusakan infrastruktur non-militer.
Aksi Balasan dan Ambisi Politik Pemerintah Iran tidak tinggal diam. Sebagai bentuk respons, Teheran meluncurkan serangan balasan yang membidik instalasi militer Israel serta pangkalan pasukan AS yang tersebar di wilayah Timur Tengah.
Kondisi semakin keruh setelah narasi penyerangan mulai bergeser. Jika awalnya kedua negara sekutu itu beralasan demi keamanan nuklir, kini indikasi kuat muncul bahwa agenda utama di balik agresi tersebut adalah upaya untuk menggoyang stabilitas politik dan memaksakan pergantian rezim di Iran.



Tinggalkan Balasan